GRESIK, Berita Utama– Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) 2025 dan mempersiapkan mental siswa menghadapi ujian, SMKN 1 Duduksampeyan menyelenggarakan kegiatan hypno motivation. Kegiatan yang mengusung tema “Bangkitkan Potensi Diri Raih Masa Depan” ini menghadirkan narasumber kompeten yakni Dr. Arif Ainur Rofiq, Hj. Nur Saidah, dan ketua Indonesia Hipnosis Center (IHC) Jatim Edy Widoyono.
Hj. Nur Saidah, salah satu narasumber, menjelaskan bahwa hypno motivation dirancang untuk meningkatkan konsentrasi dan semangat belajar siswa.
“Dengan hypno motivation, kami berharap siswa lebih konsentrasi dan semangat dalam belajar,” ujarnya dengan serius, Selasa (25/11/2025)
Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan memberikan motivasi dan sugesti positif langsung ke alam bawah sadar peserta. Melalui teknik ini, para narasumber menanamkan nasihat-nasihat terbaik agar siswa dapat terhindar dari perilaku negatif.
“Dengan teknik perbaikan pola pikir dari akses bawah sadar, kami membantu mereka dalam mengendalikan tingkah laku dan perbuatan. Terutama dalam banyak hal yang sekarang lagi marak terjadi di kalangan pelajar, seperti bullying, pergaulan bebas, judol (judi online), kecanduan narkoba, game online, dan rokok,” imbuh Nur Saidah menekankan pentingnya pencegahan.
Hypno motivation sendiri merupakan sebuah proses pemberian motivasi pikiran bawah sadar berupa sugesti-sugesti positif yang disesuaikan dengan kebutuhan. Keunggulan dari motivasi pikiran bawah sadar adalah efeknya yang berjangka panjang dan cenderung permanen.
Sugesti-sugesti yang diberikan dalam sesi tersebut berfokus pada peningkatan konsentrasi, daya ingat, semangat belajar, dan kepercayaan diri. Selain itu, juga ditujukan untuk menghilangkan fobia atau trauma, mengatasi kecanduan rokok, narkoba, hingga game online, serta secara keseluruhan meningkatkan prestasi belajar.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi siswa SMKN 1 Duduksampeyan untuk mengoptimalkan potensi diri dan menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja yang dapat merusak masa depan.
“Semoga para siswa lebih bisa mengendalikan diri dan cenderung memilih mana yang lebih positif untuk dilakukan,” pungkas dia.

