Site icon Beritautama.co

Pengurus PKB Gresik Fokus Perkuat Politik Kehadiran, Komunikasi dan Kerja Kolektif

GRESIK, Berita Utama– Konsolidasi internal sekaligus menyamakan arah gerak organisasi langsung dilakukan oleh Ketua DPC PKB Gresik dibawah komando M Syahrul Munir dengan menggelar sarasehan dan silaturahmi calon pengurus definitif periode 2026–2031, Minggu (28/6/2026).
Syahrul menegaskan kepengurusan mendatang akan memperkuat konsep politik kehadiran hingga ke tingkat PAC, ranting, dan masyarakat.
“Insyaallah komitmen kami sebagai pengurus DPC PKB adalah memasifkan politik kehadiran ke PAC, masyarakat, dan ranting. Kami ingin PKB benar-benar hadir di tengah masyarakat, bukan hanya menjelang pemilu,” ujar dia di hadapan pengurus anak cabang (PAC) PKB se-Kabupaten Gresik serta calon pengurus Dewan Tanfidz, mulai Ketua, Sekretaris, Bendahara, para wakil ketua, wakil sekretaris, wakil bendahara, calon Ketua dan Sekretaris Dewan Syuro beserta anggota Dewan Syuro yang hadir.

Untuk itu, seluruh pengurus harus mengedepankan kerja kolektif. Ditegaskan ketua DPRD Gresik ini, bahwa jabatan Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) bukan tujuan utama dalam berpartai.

” Semua kader memiliki fungsi masing-masing. Wakil ketua punya pembidangan, ada organisasi, kehumasan, dan lainnya. Karena itu kami ingin seluruh pengurus meningkatkan kerja bersama sesuai tugasnya masing-masing,” jlentrehnya.

Syahrul optimistis PKB Gresik mampu mempertahankan sebagai partai politik pemenang dalam Pileg di Gresik, bahkan meningkatkan perolehan suara dan kursi pada pemilu mendatang apabila komunikasi internal terus diperkuat.

“Kunci mempertahankan kemenangan dan meningkatkan suara maupun kursi PKB adalah komunikasi, politik kehadiran, dan kebersamaan,” tegasnya.

Sementara itu, calon Ketua Dewan Syuro Definitif PKB Gresik, KH Chusnan Ali, mengajak seluruh kader menjadikan silaturahmi sebagai fondasi membangun kekuatan organisasi.

“Silaturahmi malam ini bukan sekadar bertemu. Dari silaturahmi lahir silatul fikrah atau sambung gagasan, kemudian kita olah menjadi silatul jihad, yakni gerakan perkhidmatan untuk umat,” ujarnya.

KH Chusnan menilai komunikasi politik tidak cukup dilakukan di lingkungan struktural partai. Menurutnya, hubungan dengan para kiai kampung, guru ngaji, dan tokoh masyarakat harus terus dirawat.

“Komunikasi harus menembus batas-batas eksternal, tidak hanya di struktural internal. Kiai-kiai kampung dan guru-guru ngaji harus terus kita sambangi dan kita mintai doa,” katanya.

Pihaknua juga mengingatkan bahwa perjuangan politik membutuhkan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.

“Saya tidak mungkin mampu mengubah arah angin, tetapi saya mampu mengubah kemudi kapal agar menyesuaikan arah angin sehingga tetap sampai pada tujuan,” ujarnya mengutip pesan Syech Abul Hasan Asy-Syadzili.

Menutup tausiyahnya, KH Chusnan meminta seluruh kader tidak ragu memperjuangkan kepemimpinan melalui jalur konstitusional dengan langkah yang terukur. Karena tujuan kepemimpinan adalah menghadirkan maslahat bagi masyarakat luas, maka PKB harus berani berkompetisi untuk memastikan pemimpin yang terpilih adalah orang tepat.

“Kita tidak boleh ragu dalam upaya merebut kepemimpinan secara konstitusional. Kita wajib berupaya secara rasional dan terukur,” pungkas dia.

Exit mobile version