GRESIK – Beritautama.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dinilai belum maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan meningkatkan hasil produksi petani di Kabupaten Gresik.
“Padahal (pertanian) ini merupakan salah satu sumber mata pencaharian masyarakat Kabupaten Gresik, serta penyumbang PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) selain industri di Kabupaten Gresik,” jelas Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir dalam penyampaian pokok-pokok pikiran DPRD Gresik di acara Musrenbang RKPD Gresik Tahun 2023, Selasa (22/03/2022).
Hal ini terbukti dengan menurunnya persentase pertumbuhan PDRB sektor pertanian di tahun 2021. Targetnya 4% tetapi justru terealisasi -3,01% dengan pencapaian -75,25%. Begitu juga untuk lahan pertanian yang semula seluas sekitar 67.000 hektare di tahun 2020 menyusut menjadi sekitar 61.000 hektare di tahun 2021. Begitu juga produksi hasil panen menurun dibanding tahun 2020 yaitu sekitar 407.000 ton menjadi sekitar 309.000 ton di tahun 2021.
“Ini tentu menjadi evaluasi Pemerintah Kabupaten Gresik dalam peningkatan di sektor pertanian, bahwa pemerintah harus lebih serius untuk meningkatkan sektor pertaniannya,” pungkasnya.

