GRESIK, Berita Utama – Masyarakat Gresik sangat pragmatis dalam politik, khususnya ketika berlangsung pesta demokrasi. Imbasnya, ongkos atau biaya politik sangat mahal. Realitas tersebut menjadi keprihatinan bagi pengurus DPD PDIP Jatim.
“Gresik termasuk kabupaten dengan tingkat pragmatisme politik nomor dua di Jawa Timur. Yang pertama adalah Sidoarjo. Ini fakta. Karena itu, pendidikan dan pembelajaran politik kepada masyarakat harus terus dilakukan,” ungkap Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur Deni Wicaksono dalam pelantikan serentak pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) dari 18 kecamatan se-Kabupaten Gresik, Sabtu (23/5/2026).
Diakuinya, tren elektoral PDIP di Gresik menunjukkan peningkatan signifikan. Pada Pemilu terakhir, PDIP berhasil menambah jumlah kursi DPRD dari enam menjadi sembilan kursi.
“Kita sekarang punya tiga pilar di Gresik, yakni bupati, pimpinan DPRD, dan partai,” ujarnya.
Deni menjelaskan, tantangan politik ke depan akan semakin berat karena perubahan karakter pemilih, terutama dominasi generasi milenial dan Gen Z pada Pemilu 2029 mendatang.
“Masyarakat sekarang semakin pintar dan cerdas. Sekitar 58 persen pemilih di Pemilu 2029 nanti, adalah generasi milenial dan Gen Z. Kita belum bisa menebak sepenuhnya pola pikir anak-anak muda ini,” ujarnya.
Untuk itu, partai politik harus mampu memahami budaya, bahasa, hingga tren yang berkembang di kalangan anak muda agar tetap relevan.
“Mereka punya pola pikir dan bahasa sendiri, seperti istilah FOMO, cultur, dan lainnya. Bagaimana mereka tertarik dengan PDIP kalau kita tidak memahami mereka,” katanya.
Karena itu, DPD PDIP Jawa Timur mewajibkan minimal 20 persen pengurus PAC berasal dari kalangan muda berusia 35 tahun ke bawah.
“Di PDIP, anak muda tidak hanya dijadikan objek, tetapi diberi ruang dan tanggung jawab,” tandasnya
Selain itu, seluruh SK pengurus PAC yang dilantik belum diberikan. Mereka diberi waktu selama 6 bulan untuk menunjukkan kemampuan menjalankan tugas dan tanggung jawab organisasi secara maksimal.
“Kita menerima hasil pleno DPC dan DPD dengan lapang dada. Struktur pengurus PAC harus menjalankan tugasnya. Minimal selama enam bulan akan kita evaluasi, apakah mampu menjalankan tugas atau tidak. Kalau tidak mampu, ya dievaluasi,” tegas Deni.
Sementara itu, Ketua DPC PDIP Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, pelantikan tersebut menjadi momentum memperkuat soliditas internal partai hingga tingkat kecamatan.
“Tadi malam kita kumpul seluruh pengurus PAC untuk saling mengenal satu sama lain agar terjalin hubungan yang harmonis, kompak, dan solid. Kita harus bekerja sama, tidak bisa sendiri-sendiri,” ujar dia.
Menurut Yani yang juga Bupati Gresik ini, perpaduan antara kader senior dan generasi muda menjadi kekuatan penting bagi partai dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
“Masyarakat saat ini membutuhkan solusi langsung di tengah situasi yang penuh ketidakpastian. Nanti kami juga akan bersilaturahmi ke PAC dan daerah pemilihan masing-masing,” pungkas dia.

