GRESIK, Berita Utama–Paska runtuhnya plafon kelas SDN Gulomantung Kecamatan Kebomas, Dinas Pendidikan (Disdik) Gresik mengirimkan surat kepada seluruh sekolah untuk melakukan mitigasi sejak dini. Apalagi, cuaca yang cukup ekstrem belakangan ini membuat bangunan sejumlah sekolah beresiko. Beruntung, saat atap SDN Gulomantung runtuh, terjadi di malam hari. Sehingga tidak ada korban dalam insiden itu.
Sekretaris Disdik Gresik Herawan Eka Kusuma mengatakan, mayoritas bangunan sekolah di Gresik ini memiliki usia tua. Sehingga ketika hujan lebat disertai angin, bangunan memiliki resiko mengalami kerusakan.
“Seperti plafon SDN Gulomantung yang runtuh. Makanya, kami sudah berkirim surat mitigasi ke sekolah-sekolah,” ucapnya dengan nada serius, Rabu (01/02/2023).
Seluruh sekolah negeri diminta mengidentifikasi bangunannya masing-masing. Mulai dari genteng hingga lantai. Hal ini, bentuk mitigasi ketika hujan dan angin menerjang.
Dalam identifikasi itu, sambung Herawan, juga dilaporkan mengenai kondisi gedung terkininya. Hal itu untuk keperluan pembaharuan data mengenai bangunan sekolah. Namun yang menjadi prioritas adalah mitigasi bencana ini.
Dengan melakukan mitigasi ini, kata dia, diharapkan bisa mencegah korban saat ada bencana. “Sudah sejak lama kami himbau kepada sekolah terkait hal tersebut. Dan sudah dilakukan,” imbuh dia.
Herawan mengatakan, apabila terdapat ruangan yang memiliki resiko tinggi, pihaknya meminta agar tidak ditempati sementara. Kemudian, ruangan tersebut diajukan untuk dilakukan perbaikan. “Memang anggaran saat ini belum bisa mengcover seluruh perbaikan sekolah, namun diajukan saja dulu,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, jumlah lembaga pendidikan di Gresik memang cukup banyak. Ada 389 SDN dan 34 SMPN dan 399 diantaranya butuh perbaikan. Namun kerusakan itu tidak mencakup satu sekolahan, melainkan satu sekolah hanya satu atau beberapa ruangan. Pii
RUNTUH. Atap SDN Gulomantung yang runtuh ketika malam haru beberapa hari lalu.
Paska Plafon SDN Gulomantung Runtuh, Disdik Gresik Himba Sekolah Lakukan Mitigasi
GRESIK –Paska runtuhnya plafon kelas SDN Gulomantung Kecamatan Kebomas, Dinas Pendidikan (Disdik) Gresik mengirimkan surat kepada seluruh sekolah untuk melakukan mitigasi sejak dini. Apalagi, cuaca yang cukup ekstrem belakangan ini membuat bangunan sejumlah sekolah beresiko. Beruntung, saat atap SDN Gulomantung runtuh, terjadi di malam hari. Sehingga tidak ada korban dalam insiden itu.
Sekretaris Disdik Gresik Herawan Eka Kusuma mengatakan, mayoritas bangunan sekolah di Gresik ini memiliki usia tua. Sehingga ketika hujan lebat disertai angin, bangunan memiliki resiko mengalami kerusakan.
“Seperti plafon SDN Gulomantung yang runtuh. Makanya, kami sudah berkirim surat mitigasi ke sekolah-sekolah,” ucapnya dengan nada serius, kemarin.
Seluruh sekolah negeri diminta mengidentifikasi bangunannya masing-masing. Mulai dari genteng hingga lantai. Identifikasi ini sebagai bentuk mitigasi ketika hujan dan angin menerjang.
Dalam identifikasi itu, sambung Herawan, juga dilaporkan mengenai kondisi gedung terkininya. Hal itu untuk keperluan pembaharuan data mengenai bangunan sekolah. Namun yang menjadi prioritas adalah mitigasi bencana ini.
Dengan melakukan mitigasi ini, kata dia, diharapkan bisa mencegah korban saat ada bencana. “Sudah sejak lama kami himbau kepada sekolah terkait hal tersebut. Dan sudah dilakukan,” imbuh dia.
Herawan mengatakan, apabila terdapat ruangan yang memiliki resiko tinggi, pihaknya meminta agar tidak ditempati sementara. Kemudian, ruangan tersebut diajukan untuk dilakukan perbaikan. “Memang anggaran saat ini belum bisa mengcover seluruh perbaikan sekolah, namun diajukan saja dulu,” pungkasnya. Sekadar diketahui, jumlah lembaga pendidikan di Gresik memang cukup banyak. Ada 389 SDN dan 34 SMPN dan 399 diantaranya butuh perbaikan. Namun kerusakan itu tidak mencakup satu sekolahan, melainkan satu sekolah hanya satu atau beberapa ruangan.

