Site icon Beritautama.co

Panen Raya Hasil Ubinan Petani di Gresik Capai 10.11 Ton Perhektar

PANEN. Pelaksanaan panen raya hasil teknik ubinan di demontration plot (plot) Sapta Bio Dusn Betiting Kecamatan Cerme.

GRESIK, Berita Utama –  Sejumlah petani di Kabupaten Gesik sudah memasuki musim panen raya. Salah satunya di Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Selasa (21/03/2023). Panen raya dari hasil ubinan di demontration plot (plot) Sapta Bio kerjasama dengan PT Petrosida, ternyata hasilnya lebih banyak yang mencapai 10,11 ton per hektarnya.

Ubinan adalah cara untuk melihat perkiraan hasil panen tanaman padi atau palawija melalui titik sampel dengan cara diukur dengan ukuran 2,5 x 2,5 m² yang kemudian hasilnya diukur dan ditimbang. Hasil inilah dapat dijadikan dasar dalam penentuan produksi dalam 1 Ha. Tujuan dari pengambilan sampel ubinan ini adalah untuk mengetahui perkiraan hasil produksi tanaman dalam luasan 1 Ha.

Prosesnya sangat sederhana petani pun bisa melakukannya. Proses yang pertama kali harus dilakukan adalah hari yang tepat untuk pengambilan ubinan dan di upayakan tanaman padi yang akan di ubin adalah yang benar –benar siap di panen (fisiologis dan umurnya sudah tepat).

Dalam pelaksanaan panen raya, jajaran musyawarah pimpinan kecamatan (muspika) Cerme juga turut serta di tengah-tengah petani untuk memanen padi. 

Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Cerme, Sriyono mengatakan bahwa panen raya di Desa Banjarsari diperkirakan mencapai 10,11 ton per hektarnya.

“Panen raya ini, hasilnya cukup bagus. Panen raya tadi bersama pihak PT Petrosida, Camat Cerme, Dinas Pertanian, dan Penyuluh Kecamatan Cerme, Pemdes Banjarsari, dan Poktan (kelompok tani) Betiring,” kata dia kepada beritautama.co, Selasa (21/03/2023).

Sementara itu, Camat Kecamatan Cerme Umar Hasyim mengatakan bahwa, hasil panen saat ini cukup memuaskan dan membanggakan.

“Sangat membanggakan. Panennya untuk ketahanan pangan,” ujarnya singkat.

Exit mobile version