Site icon Beritautama.co

Nenek Usia Hampir Seabad Tekuni Kupas Kerang dengan Upah Rp 18 Ribu Sehari

TEKUN. Nenek Hamilah (97) bersama ibu rumah tangga lainnya memilah kulit kerang simping dan diambil dagingnya untuk disetorkan kepada pengepul.

GRESIK, Berita Utama – Kendati sudah lanjut usia hampir satu abad, tetapi semangat Hamilah (97) warga Desa Mojoasem, Kecamatan Sidayu  masih  bersemangat bekerja sehari-hari bersama para ibu rumah tangga lainnya. Tangannya yang keriput  untuk memilah kulit kerang simping dan diambil dagingnya untuk disetorkan kepada pengepul.

Kepada beritautama.co, Minggu (19/08/2023), nenek Hamilah mengakui telah menekuni pekerjaannya sebagai buruh pengupas kulit kerang sejak puluhan tahun lampau. Sebab, pekerjaan tersebutjuga menjadi keseharian para ibu-ibu di sana.

“Sudah hampir 30-40 tahunan bekerja seperti ini. Ini juga tergantung barang yang dikirim pengepul ke sini. Tidak menentu, kadang Kerang Simping, Kerang Hijau, Kerang Dara, dan sebagainya,” ujarnya saat ditemui beritautama.co.

Penghasilan yang diperoleh dari pekerjaannya juga tidak menentu. Apalagi, di usia yang cukup tua tentu terhambat dengan tenaga yang dimilikinya. Jika dibandingkan dengan ibu-ibu yang lainnya.

“Ini tadi, juragan (pengepul-red) mengirim kerangnya siang. Nah, kerjanya juga menyampaikan barang yang dikirim ke sini. Rata-rata sehari saya bisa dapat Rp 15 – 18 ribu. Itu ukurannya satu takar,” imbuh dia.

Dengan mengandalkan musim-musiman, dia hanya bisa berharap kepada pengepul agar bisa memberikan barang yang banyak.

“Ini ya musim-musiman. Kalau barang datangnya pagi, ya otomatis kerjanya sejak pagi. Kalau barangnya datang siang hari, ya kerjanya sejak siang hari. Banyak atau sedikitnya hasil ya tergantung kiriman,” pungkas dia.

Exit mobile version