Site icon Beritautama.co

Musik Orkestra SMANU 1 Gresik, 16 Tahun Konsisten Mengasah Harmoni

GRESIK, Berita Utama–Ada yang berbeda dalam penganugerahan Giri Pancasuar Award (GPA) Tahun 2026 sekaligus penutupan Hari Pers Nasional ,(HPN) yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik, Rabu (5/8/2026).
Yakni penampilan Nusa Octave Orchestra SMANU 1 Gresik yang musisinya para pelajar tersebut, sukses memikat perhatian tamu undangan melalui harmonisasi musik yang memadukan instrumen tiup, gesek, dan perkusi.
Ada kerja keras di balik penampilan yang ciamik tersebut. Proses cukup panjang dalam pembinaan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Pelatih Nusa Octave Orchestra, Dirgo Roslukita, mengaku mulai bergabung sebagai asisten pelatih pada 2015 sebelum dipercaya menjadi pelatih utama sejak 2020.
” Di awal kami harus mengenalkan dulu instrumen musik barat kepada siswa, termasuk cara membaca notasi balok. Semua membutuhkan proses, disiplin, dan ketekunan. Jadi, perjalanannya tidak mudah,” ungkapnya.
Nusa Octave Orchestra telah berdiri sejak 2010 dan kini memasuki generasi ke-16. Jika pada awal berdiri hanya memiliki sekitar 10 anggota, kini jumlah peserta ekstrakurikuler orkestra mencapai 100 hingga 250 siswa.

Dijelaskan, penggunaan instrumen alat musik barat dipilih karena memiliki standar internasional sekaligus mampu membentuk karakter, kedisiplinan, dan konsistensi para siswa selama menjalani proses latihan.

Memainkan alat musik seperti biola, terompet, trombon, maupun flute membutuhkan teknik khusus yang tidak dapat dikuasai dalam waktu singkat.

“Untuk bisa menghasilkan suara saja, butuh waktu lama. Belum lagi menjaga nada tetap tapat. Pemain alat musik tiup juga harus melatih napas terus-menerus. Kalau dua hari tidak latihan, biasanya sudah mulai terasa menurun,” terangnya.
Dirgo Roslukita, mengaku bersyukur karena fasilitas orkestra di SMANU 1 Gresik kini semakin lengkap dibandingkan saat awal pembinaan.

“Jika dahulu peralatan musik masih sangat terbatas, kini mereka memiliki beragam instrumen orkestra, meski biaya pengadaan dan perawatannya cukup besar. Harga satu alatnya berkisar Rp 6 juta hingga Rp 7 juta, belum biaya perawatan,” ungkap lulusan SMK Negeri 12 Surabaya jurusan musik yang kemudian melanjutkan pendidikan di Program Studi Seni Musik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu.
Berbagai panggung bergengsi telah berhasil Nusa Octave Orchestra jajal. Bahkan, pernah tampil di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo, mengisi acara di Gedung Negara Grahadi, hingga berkolaborasi dengan musisi nasional seperti Nyi Tjondrolukito Utami dan Yuni Shara.

Tak hanya itu, sejumlah alumni juga telah berkarier sebagai musisi profesional, termasuk menjadi pengiring penyanyi Denny Caknan.

Dirgo menambahkan, keberlangsungan Nusa Octave Orchestra tidak lepas dari peran para alumni yang terus mendampingi proses regenerasi. Mereka aktif berbagi pengalaman dan membimbing adik kelas agar kualitas orkestra tetap terjaga dari generasi ke generasi.

“Ekstrakurikuler ini bukan sekadar tempat belajar musik, tetapi sudah menjadi keluarga. Alumni masih sering datang untuk berbagi ilmu dan membantu proses regenerasi,’cetus dia.
Dirgo mengaku mereka latihan rutin dua kali dalam sepekan dengan durasi lebih dari dua jam secara konsisten.

Exit mobile version