GRESIK, Berita Utama- Pemanfaatan teknologi digital dalam operasional bisnis perusahaan membuat PT Petrokimia Gresik (PG) mampu menghemat hingga Rp 188,5 miliar. Pertama, Digital Learning Center (DLC). Teknologi ini merupakan inovasi Insan Petrokimia Gresik atas respons terhadap pandemi Covid-19 yang mengharuskan setiap orang menjaga jarak sebagai bagian dari protokol kesehatan.
DLC diciptakan untuk mempercepat penguasaan kompetensi. Karyawan tidak perlu datang ke pabrik untuk melakukan praktik industri, karena proses praktik yang riil bisa didapatkan melalui fitur Virtual Reality dan 360 Plant Tour yang dimiliki DLC. Melalui inovasi ini, PG berhasil melakukan penghematan biaya operasional yang sebelumnya harus dikeluarkan untuk pelatihan karyawan sebesar Rp2,7 miliar dalam setahun.
DLC juga hadir sebagai sarana untuk menyiapkan calon tenaga kerja yang berkompeten dan bersertifikat dalam menghadapi persaingan global melalui program pemagangan.
“Selama pandemi banyak mahasiswa kesulitan mencari tempat praktik karena banyak perusahaan menutup program magang untuk mencegah penyebaran Covid-19. DLC merupakan jawaban atas permasalahan tersebut, dan Petrokimia Gresik menjadi BUMN pertama yang menggunakan virtual reality dalam metode pembelajaran digital bagi peserta magang maupun karyawan,” tandas Direktur Utama (Dirut) PG, Dwi Satriyo Annroogo dalam siaran persnya, Kamis (15/12/2022).
Kedua yakni Digital Office (DOF). Aplikasi ini adalah sebuah solusi untuk menurunkan frekuensi masalah penciptaan naskah dinas dan mempercepat prosesnya. DOF memberikan penghematan bagi perusahaan sebesar Rp839,6 juta selama 13 bulan penerapannya.
Ketiga, aplikasi Sistro yang sukses menurunkan penumpukan antrean truk pada Gudang Lini I dan mengurangi penambahan armada angkutan. Dari pemanfaatan aplikasi digital ini, Petrokimia Gresik mampu menghemat biaya hingga Rp147 miliar dalam tiga tahun.
Keempat, yakni Petroport. Aplikasi ini mampu mengurangi biaya tenaga kerja bongkar muat dan denda demurrage karena keterlambatan bongkar muat hingga Rp23,5 miliar. Kelima dan keenam, PG menciptakan WMS untuk menurunkan biaya backlog dan meningkatkan proses manajemen kinerja dan kualitas gudang pemuatan, serta SIPS yang mampu menjadi solusi untuk menurunkan biaya penciptaan dokumen tender dan meningkatkan pengelolaan proses pengadaan.
Terakhir, Petrokimia Gresik juga melahirkan DTMS guna menurunkan biaya handling yang disebabkan unscheduled open storage. Dari ketiga aplikasi digital terakhir, Petrokimia Gresik mampu memperoleh penghematan hingga Rp14,3 miliar selama setahun.
” Petrokimia Gresik juga memiliki puluhan aplikasi digital hasil inovasi karyawan. Kami selalu memacu karyawan agar senantiasa melahirkan ide dan kreativitas. Memberikan wadah untuk mengimplementasikannya sehingga bermanfaat bagi proses bisnis perusahaan. Komitmen ini juga menjadi bukti dukungan perusahaan terhadap strategi yang telah ditetapkan oleh Menteri BUMN RI, Erick Thohir, yaitu kepemimpinan dalam teknologi,” tutup Dwi Satriyo.
Dengan inovasitersebut, PG mendapatkan pengakuan melalui penghargaan Top Corporate Digital 2022 #Stars 4 atau Sangat Baik serta Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo kembali mendapat predikat Top Leader on Digital Implementation 2022.

