GRESIK, Berita Utama – Driver ojek online (Ojol) yang mengaspal di Kabupaten Gresik tidak hanya dari kaum adam. Jumlah kaum hawa atau perempuan yang memilih pekerjaan tersebut, jumlahnya juga tidak kalah banyak. Mereka tak segan menjadi ojol sebagai ikhtiar mengais rezeki halal dana menghidupi keluarga sehari-hari.
Driver ojol perempuan harus keluar rumah bergelut dengan debu jalanan seharian mengantar penumpang dan pesanan makanan sejak pagi pukul 08.00 WIB hingga petang.
“Jumlahnya ada 3.800 perempuan yang menjadi ojol di Gresik. Mereka ada yang dari kalangan muda, ibu-ibu, bahkan orang tua berusia 50 tahun ke atas juga ada,” kata Pembina Ojol Perempuan di Gresik, Rofie Narulita saat berbincang dengan beritautama.co, Sabtu (28/1/2023).
Menurutnya, perempuan juga bisa melakukan pekerjaan seperti halnya laki-laki. Asalkan itu halal, termasuk menjadi pengemudi ojol. Apalagi, jasa transpotasi itu kini tengah populer, banyak masyarakat yang lebih memilih bepergian maupun membeli barang dan makanan memakai jasa ojek online.
“Peminatnya semakin hari semakin bertambah. Bahkan, ada juga kok mahasiswa yang nyambi ojek online,” ujarnya.
Lika-liku kehidupan hingga momen-momen tak terduga pun kerap mereka alami ketika bekerja melayani penumpang ojol. Bahkan, banyak kisah tidak mengenakkan kerap dihadapi para driver ojol perempuan terutama saat melayani penumpang.
“Kalau ada penumpang yang jahil, langsung kita tawari untuk berhenti di lokasi saat itu juga,” tegas dia.
Ketangguhan para perempuan bersaing dengan pengemudi ojek online yang rata-rata lelaki juga berbuah rezeki. Setidaknya, menjadi bukti bahwa mereka sudah mandiri dan tidak ingin menggantungkan pendapatan hanya dari orang tua ataupun suami.
“Tidak banyak (pendapatan yang diperoleh-red) tapi setidaknya kita juga bisa mandiri, dan bisa mengais rezeki, membantu dan menghidupi keluarga sehari-hari,” terang Rofie.
Perempuan yang juga menjabat Sekretaris Asosiasi Pengusaha Perempuan Gresik itu menyebut, para perempuan yang terjun di dunia driver ojek online juga dibekali pembinaan melalui beragam program. Seperti penguatan ekonomi, pelatihan bela diri, pelatihan public speaking, serta bimbingan spiritual agama.
“Kami membekali mereka penguatan ekonomi melalui pelatihan pelatihan yang bernilai ekonomis, memberi pelatihan cara melindungi dengan cara yang paling sederhana memanfaatkan property pribadi, memberi mereka materi table manner, public speaking atau berbicara di depan publik. Tak kalah pentingnya pesan dari Bu Gubernur, menyelipkan kehidupan spiritual agama pada mereka, agar kelak mereka menjadi perempuan berkarakter,” beber dia.
Pihaknya berharap, keberadaan ribuan driver ojek online perempuan di Kabupaten Gresik ini lebih diperhatikan oleh pemerintah maupun pihak-pihak terkait. Sehingga, lebih pola pendampingan dan pembinaan melalui berbagai program dan kegiatan lebih banyak dirasakan oleh para driver ojek online perempuan.
Komentar telah ditutup.