Site icon Beritautama.co

Laskar Santri AMIN Konsolidasi Akbar, Caleg PKB Tak Kampanyekan AMIN Terancam Sanksi

KONSOLIDASI. Presiden Laskar Santri AMIN, KH Abdussalam Shohib ( Gus Salam) bersama Ketua DPC PKB Gresik Much Abdul Qodir setelah acara

GRESIK, Berita Utama– Konsolidasi akbar Laskar Santri Anies – Muhaimin (AMIN) yang diikuti perwakilan Laskar Santri tingkat kecamatan hingga desa se- Kabupaten Gresik berlangsung di Ponpes Ushulul Hikmah Al- Ibrohimi, Manyar Gresik pada Sabtu malam,(07/01/2024). Mayoritas yang hadir dalam konsolidasi ini adalah para Kiai, Gus dan alumni pesantren Sidogiri, Langitan, Lirboyo Ploso dan pesantren lain, dan juga alumni pesantren yang ada di Gresik.

“Kami berkumpul ini untuk memperkuat motivasi kita bersama, sharing strategi dan bahu-membahu untuk mensosialisasikan pasangan Capres-Cawapres Anies – Muhaimin di Gresik, hingga pelosok desa,” tutur Presiden Laskar Santri AMIN, KH Abdussalam Shohib ( Gus Salam) setelah acara.

Dijelaskan, hingga saat ini sudah 9 kabupaten/kota di Jawa Timur yang telah dia datangi untuk mengawal langsung konsolidasi.

“Saya bersama para Kiai dan Gus berkeliling Jawa Timur, ya Insya Allah Januari ini tuntas semua Kabupaten dan Kota di Jatim,” beber Gus Salam yang juga pengasuh Ponpes Mambaul Ma’arif, Denanyar Jombang ini.

Para relawan Laskar Santri AMIN ini , sambung dia, akan bekerja mengajak masyarakat atau ummat untuk memilih pasangan Anies – Muhaimin. Karena dinilai representasi santri dan kalangan pesantren. Selian itu, sosok Anies – Muhaimin menawarkan gagasan perubahan dan perbaikan kualitas hidup masyarakat. Sehingga segmen pemilihnya bukan hanya santri atau kalangan pesantren.

“Karena bagaimanapun pemilih non Santri juga banyak, sehingga kita tawarkan atau sosialisasikan program perubahan yang ditawarkan Paslon AMIN ini,” kata Gus Salam.

Selain memobilisasi masyarakat untuk memilih Paslon Capres – Cawapres AMIN, para relawan Laskar Santri di tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang akan dibentuk juga akan mengawasi jalannya pemungutan suara hingga tuntas perhitungan.

“Jadi selain tingkat desa, kita bentuk juga tim penggerak TPS, selain memobilisasi masyarakat, mengajak masyarakat juga mengawasi perhitungan suara dan mendokumentasikan hasilnya, agar bisa menjadi bukti pegangan bila ada perubahan perolehan suara atau potensi kecurangan yang lain,” beber Mantan Pengurus PWNU Jatim ini.

Paslon AMIN akan menang 60 persen di Gresik, karena kultur NU di Gresik sangat kuat. Gus Salam mencontohkan, sejak era reformasi hingga sekarang Bupati yang memimpin Kabupaten Gresik berada dari kalangan Nahdliyyin.

“Dan yang sudah jelas, diantara tiga pasangan calon presiden tersebut yang sudah jelas rekam jejak NU-nya atau santrinya ya paslon nomor urut 1,” tutur Gus Salam.

Saat ini dukungan pesantren – pesantren besar di Jawa Timur kepada AMIN sudah banyak. Hampir semua pesantren besar ada perwakilannya di Laskar Santri AMIN .

“ Insya Allah diberikan kemudahan dalam berjuang untuk kemenangan AMIN,” tandasnya.

Kepada para relawan, Gus Salam menekankan pentingnya sikap optimis dan yakin akan pertolongan Allah SWT, meski saat ini publik disuguhi hasil – hasil survei yang masih menempatkan posisi AMIN di peringkat yang paling bawah.

“Tapi di survei yang kredibel seperti CSIS Paslon AMIN tren-nya naik, jadi jangan sampai putus asa, teruk bekerja ajak keluarga, tetangga dan masyarakat luas pilih AMIN,” paparnya.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Gresik Much Abdul Qodir menyatakan, saat ini para caleg parpol pendukung Anies – Muhaimin sudah bergerak mensosialisasikan pasangan AMIN, baik melalui banner, reklame poster dan semacamnya.

“Khusus caleg PKB, kalau tidak mau atau enggan mengkampanyekan AMIN ada sanksinya. Itu, instruksi DPP melalui DPW sudah kami sampaikan, kalau tidak melaksanakan instruksi bisa-bisa meski mendapat suara terbanyak tidak akan dilantik, langsung di-PAW,” tegas Qodir. Dalam konsolidasi akbar tersebut beberapa ulama dan tokoh masyarakat hadir, diantaranya KH. Zamzami Mahrus Lirboyo, H. Abdul Muid Shohib Lirboyo, KH. Zidni Ilman Nafia Ploso, KH Fahim Royani Ploso, KH. Cholil Nawawie Sidogiri, KH. Najib Wahid Paiton, Gus Robith Fuadi Sidoarjo, KH. Makmun Mahfudz Ploso dan tokoh lainnya.

Exit mobile version