GRESIK, Berita Utama – Krisis fiskal daerah tak mampu diselesaikan oleh Pemkab Gresik. Sehingga, Bupati Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) mengusulkan penurunan APBD Gresik tahun 2023 dari target sebesar Rp 4,08 triliun turun menjadi sebesar Rp 3, 7 triliun. Hal tersebut disampaikan dalam rapat paripurna dengan agenda penyampaikan nota perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD tahun 2023, Jum’at (18/08/2023) Maka, bakal ada rasionalisasi dan efisiensi belanja daerah yang mencapai sebesar Rp 335,7 miliar agar neraca keuangan daerah berimbang.
Penyebabnya, sektor pendapatan daerah yang awalnya diproyeksikan mencapai Rp 3,877 triliun, tetapi setelah dilakukan kajian sulit untuk merealisasikan. Sehingga, diusulkan penurunan target menjadi Rp 3,690 triliun.
Rinciannya, pendapatan bersumber dari pendapatan asli daerah (PAD) yang ditargetkan sebesar Rp 1,6 triliun hanya mampu direalisasikan sebesar Rp 1,5 triliun. Atau ada penurunan target pendapatan daerah sebesar Rp 186 miliar.
Sedangkan pendapatan transfer yang ditargetkan sebesar Rp 2,2 triliun hanya mampu direalisasikan sebesar Rp 2,1 triliun. Sedangkan lain-lain pendapatan yang sah diproyeksikan nihil. Pembiayaan daerah yang semula diproyeksikan sebesar Rp 208 miliar hanya terealisasi sebesar Rp 59 miliar.
“Efesiensi anggaran belanja daerah tersebut, merupakan efesiensi atas belanja yang sifatnya sifatnya penunjang, tanpa mengurangi standar pelayanan terhadap masyarakat sehingga dapat ditnda pelaksanaannya. Sedangkan program-program prioritas yang telah kita tetapkan seperti peningkatan infrastruktur jalan, penanganan banjir Kali Lamong, hingga pembangunan RS Gresik Sehati, prgram jaminan kesehatan melalui UHC serta program pengentasan kemiskinan akan tetap dilanjutkan sesuai yang kita rencanakan,” tegas dia.

