GRESIK, Berita Utama – Berbagai infrastruktur yang tengah dibangun menggunakan dana dari APBD Gresik, tetap mendapat pengawasan pelaksanaannya dari kalangan DPRD Gresik. Seperti proyek pembangunan Jembatan Kacangan di Kecamatan Benjeng yang sempat patah penghujung tahun 2021 lalu.
Anggota Komisi III DPRD Gresik, Komsatun meminta agar organisasi perangkat daerah (OPD) terkait harus memantau progress pekerjaan dari pemenang tender sesaui dengan kontrak. Sehingga, tak terjadi keterlambatan penyelesaian pekerjaan maupun proyek menjadi mangkrak. Namun, saat ini kontraknya belum belum berakhir.
“Kalau tidak selesai sesuai target, kan sudah ada aturannya. Berupa sanksi dan sebagainya,” ungkap dia kepada beritautama.co, Minggu, (20/11/2022).
Politisi Partai Golkar tersebut mengaku kalau proyek pengerjaan dengan anggaran sebesar Rp 13 miliar dalam APBD Gresik melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) masih terus dilakukan pemborong. Pembangunan dimulai sejak Juni 2022 oleh PT. Bangun Mulya Tan Abadi ditargetkan akan rampung pada akhir tahun 2022.
“Kan belum selesai. Artinya, belum selesai masa kontraknya,” ujarnya.
Komsatun mengaku pihaknya terus mengawasi progress kelanjutan dari proyek jembatan yang menghubungkan Desa Bulurejo dan Desa Gluranploso di Kecamatan Benjeng yang merupakan daerah pemilihannya (Dapil).
“Kita tetap pantau perkembangannya. Jadi, ikuti aja,” tutupnya.
Komisi III DPRD Gresik Minta Proyek Jembatan Kacangan Selesai Sesuai Target

Anggota Komisi III DPRD Gresik, Hj Komsatun
