GRESIK, Berita Utama – Ulama memiliki peran besar dibalik program Universal Health Coverage (UHC) yang baru saja dilaunching oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani beberapa bulan lalu, tepatnya Selasa (04/10/2022). Jika tidak diindahkan, kemungkinan besar APBD Gresik di tahun 2022 bisa dipastikan jebol.
Hal ini menjadi bukti bahwa sinergitas antara Ulama dengan Umara, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Gresik sudah terbangun dengan baik.
Seperti yang disampaikan oleh Ketua DPRD Gresik Much. Abdul Qodir saat menghadiri acara Halaqah Ulama dan Umaro yang diadakan di Masjid Agung Gresik, Sabtu (10/12/2022).
“Saya tidak bisa membayangkan, seandainya kami ini dari Pemerintahan terutama bersama Pak Bupati, yang melaunching program UHC kemudian tidak menerima usulan dari para ulama, kemungkinan APBD kita di tahun 2022 ini pasti jebol,” ujarnya.
Abdul Qodir mengungkapkan, bahwa orang-orang akan berlomba-lomba untuk masuk pada sistem UHC. Apalagi ada pembebasan biaya layanan kesehatan alias gratis.
“Saya tidak bisa mengkalkulasi seandainya semua orang non BPJS ketenagakerjaan dan non BPJS kelas 2, atau kelas 3, dan sebagainya, bermigrasi ke program UHC. Maka APBD yang kita dialokasikan tidak akan cukup. Karena apa? Karena 25 miliar saja di 3 bulan sudah mulai habis ini,” jelasnya.
Oleh karena itu, para Kiai melalui MUI, NU, atau Muhammadiyah, menyerukan bahwa tidak semuanya harus bermigrasi ke program UHC. Karena sasarannya adalah untuk membangun budaya saling membantu, gotong royong, dan saling meringankan agar tetap terjaga di Kabupaten Gresik.
“Yang mampu ikut saja BPJS mandiri, karena itu perannya dengan kita bisa membayar mandiri itu sama saja kita juga membantu yang kurang mampu. Artinya, di sana ada peran para kiai dan ulama’ sehingga masyarakat yang mampu bisa membantu meringankan orang-orang kurang mampu,” ujarnya.
Diketahui sebelumnya, bahwa program yang sebelumnya dianggarkan sebesar Rp. 100 miliar di tahun depan akan berkurang.
“Yang kapan hari itu alokasinya Rp 100 miliar. Di tahun 2023 ini kita alokasikan sekitar Rp 98 miliar,” pungkasnya.

