GRESIK, Berita Utama– Protes dan keluhan petambak atas aktivitas pengurukan susur sungai di wilayah Mengare Kecamatan Bungah yang meliputi Desa Tanjung Widoro, Watu Agung dan Kramat menjadi atensi DPRD Gresik.
Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir yang mendapat pengaduan dari masyarakat langsung ke lokasi untuk melihat persoalan tersebut. Pihaknya meminta pengurukan dihentikan sementara.
Susur sungai tu sejak dulu memang digunakan masyarakat untuk mencari kepiting, ikan hingga irigasi tambak. Namun belakangan fungsi itu terhenti. Sebab urukan tersebut, me-crossing saluran air.
Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir mengatakan bahwa terdapat enam tambak yang terdampak. Di mana mereka menyewa hingga 2027 mendatang. “Sehingga pengelolaan tambak jadi tidak optimal. Banyak ikan yang mati,” ucapnya kepada awak media, Selasa (03/11/2026)
Di lapangan, imbuh Syahrul, terdapat petugas keamanan pihak Java Integrated Industrial and Port Estate ( JIIPE). pihaknya minta dihentikan sementara aktifitas agar petugas keamanan menyampaikan ke managemen.
Ketua DPC PKB Gresik tersebut mengaku secepatnya mengundang pihak terkait dalam waktu dekat untuk mengurai persoalan agar mendapatkan solusi bersama.
“Segera kita undang untuk duduk bersama,”tegas dia.
Sebelumnya, warga Mengare melakukan protes dengan memasang spanduk di lokasi.
Mereka mengaku mengalami kerugian akibat kondisi tersebut. Alasannya, lahan tambak yang masih digarapnya belum dibebaskan, tetapi aliran sungai justru sudah terdampak pengurukan.
Sehingga mereka meminta PT BKMS melakukan normalisasi sungai agar fungsi aliran air kembali seperti semula. Sebab, masih terdapat lahan tambak produktif yang membutuhkan pasokan air dari aliran sungai tersebut.
Sementara itu, Comdev Manager PT BKMS Yudi Darjanto kepada Wak media mengatakan bahwa JIIPE berkomitmen menjalankan kegiatan pengembangan kawasan dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku serta aspek lingkungan dan kepentingan masyarakat sekitar.
“Kami akan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menelaah kondisi di lapangan, termasuk aspek teknis,” pungkas dia.

