GRESIK, Berita Utama– Ribuan rumah terendam akibat luapan Sungai Kali Surabaya sehingga memaksa sebagian warga Desa Driyorejo, Cangkir, Bambe, dan Krikilan di Kecamatan Driyorejo mengungsi di posko pengungsian, seperti masjid, sekolah, dan fasilitas yang disediakan oleh pemerintah desa setempat.
DPRD Gresik bersama Pemkab Gresik terus memantau perkembangan banjir guna memastikan bantuan kesehatan, makanan, dan logistik, matras tempat tidur bagi warga terdampak. Ketua DPRD Gresik, M Syahrul Munir, Kamis (27/02/2025)
Pihaknya memantau pada Rabu malam (26/03/2025), banyak lansia dan warga sakit yang mengungsi di Masjid Al-Muttaqin, sehingga diperlukan evakuasi demi keselamatan mereka. Selain itu, ribuan rumah masih terendam banjir, terutama di desa-desa yang berada di tepi Kalimas.
” Air masih cukup tinggi, merendam rumah warga. Wilayah terdampak cukup luas, sehingga setiap desa mendirikan posko untuk menyalurkan bantuan logistik, pengamanan, dan layanan kesehatan. Wilayah yang paling parah adalah permukiman di sepanjang tepi Kalimas. Ketinggian air bahkan mencapai paha orang dewasa,” ujar Syahrul setelah mengunjungi para pengungsi di Masjid Jami Al-Muttaqin, Desa Driyorejo.
Politisi PKB tersebut mengapresiasi kekompakan warga, pemerintah desa dan relawan yang bergotong royong mendirikan posko darurat untuk penyelamatan warga maupun penyaluran bantuan.
“Kekompakan warga ini sangat penting dan bisa meringankan beban warga yang terdampak,” ujarnya.
Ditambahkan, petugas BPBD Jatim siaga untuk evakuasi warga yang membutuhkan, sementara layanan kesehatan dari Puskesmas Driyorejo juga beroperasi 24 jam di posko.
“Kalau ada kekurangan logistik bisa menghubungi kami,” imbuh dia.
Hal yang sama dilakukan Kapolres Gresik, AKBP Rovan Richard Mahenu hadir di tengah masyarakat yang terdampak bencana banjir di Driyorejo dengan menyalurkan bantuan sosial (bansos) bagi warga yang terdampak banjir, Kamis (27/02/2025)
Bantuan yang diberikan antara lain 20 krat telur, 88 sak beras ukuran 5 kg, 15 dus minyak goreng dan 40 dus mi instan.
Selain menyalurkan bantuan, Kapolres Gresik juga berinteraksi langsung dengan warga untuk mendengarkan keluhan mereka serta meninjau dapur umum yang didirikan oleh Muspika Driyorejo.
“Kami memberikan bantuan kepada masyarakat khususnya Driyorejo, semoga bermanfaat bagi masyarakat terdampak banjir,” ujar Kapolres.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres menghimbau agar anak-anak tidak bermain di genangan air guna menghindari risiko terseret arus. Ia juga mengingatkan warga yang mengalami gangguan kesehatan untuk segera melapor agar mendapat penanganan medis yang telah disiapkan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik , banjir masih merendam empat desa di Driyorejo, yakni Cangkir, Driyorejo, Krikilan, dan Bambe. Total 3.517 rumah terdampak banjir, selain itu lima sekolah, enam tempat ibadah, serta satu fasilitas kesehatan (faskes) juga tergenang.
“Ketinggian genangan berkisar antara 20 hingga 30 sentimeter, menyebabkan sejumlah warga memilih mengungsi,” ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Gresik, Sukardi.
Saat ini, sekitar 50 KK masih bertahan di beberapa titik pengungsian, seperti Masjid Dusun Driyorejo, TPQ Desa Bambe, dan Balai Dusun Sarirejo.
Banjir juga berdampak pada Desa Lebaniwaras, Kecamatan Wringinanom. Selain merendam rumah warga, genangan air menutup akses jalan sepanjang 100 meter. Sebagai upaya bertahan, warga setempat mendirikan dapur umum mandiri untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka.
Meski demikian, kondisi di Wringinanom mulai membaik, dengan ketinggian air berkurang sekitar 20 hingga 40 cm dibandingkan hari sebelumnya

