GRESIK, Berita Utama – Pemerintah mulai mengkampanyekan kewajiban bersertifikat halal untuk memberikan kenyamanan, keamanan, keselamatan, kesehatan, dan kepastian ketersediaan produk halal bagi masyarakat. Dalam hal ini, Kementerian Agama (Kemenag) dan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gresik bersinergi untuk mendukung program tersebut agar dimanfaatkan oleh masyarakat Gresik.
Kepala Kantor Kemenag Gresik Mohammad Ersat mengajak kepada seluruh pelaku usaha di Gresik untuk memanfaatkan program Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) 2023 sebelum tanggal 17 Oktober 2023 mendatang, supaya tidak dikenai sanksi.
“Pemerintah memberikan kemudahan sertifikasi halal dengan tidak ada biaya sama sekali atau gratis, monggo bisa dimanfaatkan. Pengajuan perizinannya juga mudah, pasti akan kita bantu,” kata dia saat ditemui beritautama.co seusai acara kampanye Mandatory Sertifikat Halal, di salah satu mall di Gresik, Sabtu (18/03/2023).
Ersat menambahkan, jika proses untuk mendapatkan sertifikat halal difasilitasi melalui seluruh KUA/kecamatan di Gresik. Selain itu, bila masyarakat masih kesulitan bisa langsung mendatangi Mall Pelayanan Publik.
“Kami dari Kemenag Gresik dan DPM PTSP saling bekerja sama untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha,” imbuh dia.
Hal senada disampaikan oleh Kepala Dinas PMPTSP Agung Endro yang berharap pelaku usaha di Gresik untuk segera mengajukan perizinan.
“Dengan adanya kolaborasi ini, kita berikan pelayanan, sertifikat halal melalui Mall Pelayanan Publik. Bahwa, masyarakat tidak lagi perlu merasa kesulitan untuk mengurus perizinan,” jelas dia.
Sebab, pada masing-masing produk olahan makanan dan minuman tentu harus terjaga kebersihannya dan higienis. Sehingga, arahnya menuju ke mamin yang halal.
“Di sinilah, melalui kemudahan perizinan. Kita perlu memonitoring usaha. Ini juga menjadi salah satu bagian untuk menjamin makan dan minuman yang beredar di Gresik,” pungkasnya.

