Site icon Beritautama.co

Jelang Pesta Demokrasi, Santri Diajak Melek Politik dan Keadilan

MJELEK. Kegiatan diskusi kebangsaan berjudul "Santri Bicara Demokrasi" bersama pengasuh Mambaus Sholihin Roudhotul Mutaallimin, Agus M Jauhan Farhad, dan Dosen Fakultas Hukum Ubhara, Jamil di Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaus Sholihin Roudotul Mutaallimin, Desa Suci, Kecamatan Manyar

GRESIK, Berita Utama- Para santri sangat penting melek politik dan keadilan dalam sistem politik Indonesia dan memahami kondisi politik menjelang pesta demokrasi yakni Pemilu dan Pilpres pada 14 Februari 2024.

Hal tersebut dikatakan Gus Wahab Yahya Hamid Hasbulloh dari Pondik Pesantren (Ponpes) Al Muhajirin 2 Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang dalam diskusi kebangsaan berjudul “Santri Bicara Demokrasi” bersama pengasuh Mambaus Sholihin Roudhotul Mutaallimin, Agus M Jauhan Farhad, dan Dosen Fakultas Hukum Ubhara, Jamil di Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaus Sholihin Roudotul Mutaallimin, Desa Suci, Kecamatan Manyar, pekan kemarin.

Gus Wahab juga menyoroti rekayasa hukum maupun pelanggaran, dan mengajak rakyat untuk berperan aktif dalam mendukung demokrasi.

“Perlawanan terhadap manipulasi konstitusi dan pelanggaran hukum perlu dilakukan untuk menjaga fondasi demokrasi kita,” kata dia.

Gus Wahab menyarankan agar santri memilih pemimpin berpengalaman dan teruji dalam menjalankan roda pemerintahan.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Mambaus Sholihin Roudhotul Mutaallimin, Agus M Jauhan Farhad, mencontohkan pemimpin ideal seperti Imam Mawardi dan Imam Al Ghozali.

Kedua ulama itu dianggap memiliki nilai spiritualitas dan intelektualitas, serta tanggung jawab di dunia dan akhirat.

“Punya nilai spiritualitas, dan intelektualitas. Tidak hanya tanggung jawab di dunia, tapi juga di akhirat,” jelasnya.

Exit mobile version