JAKARTA, Berita Utama – Ikhtiar menuju Gresik Emas 2045 harus dimulai dari pembangunan sumber daya manusia (SDM) terutama melalui penguatan pendidikan. Hal tersebut dikatakan Dr H Jazilul Fawaid, Al Hafidz, SQ., MA., anggota DPR RI PKB Dapil Gresik–Lamongan dalam
Festival Budaya Gresik dan Halal Bihalal Warga Gresik di Jabodetabek sukses digelar di Anjungan Jawa Timur, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta dengN tema “Gresik Nyawiji: Sinergi Perantau Berdaya, Melestarikan Tradisi dan Budaya Daerah di Kancah Nasional”.
Menurutnya, kemajuan Gresik tidak cukup hanya bertumpu pada industri dan ekonomi, tetapi harus ditopang oleh generasi muda yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing. Ia menyampaikan bahwa gagasan membangun Kampus USG merupakan bagian dari ikhtiar nyata untuk memperkuat ekosistem pendidikan dan menyiapkan masa depan Gresik yang lebih maju.
Pandangan tersebut mendapat dukungan dari Prof. Dr. Imam Subchi, M.A., Wakil Rektor II UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang mantan Ketua Paguyuban Warga Gresik di Jabodetabek.
Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi penting bagi kemajuan daerah dan keberlanjutan peran warga Gresik, baik di tanah kelahiran maupun di perantauan.
Ia menilai pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan penguatan pendidikan, agar identitas Gresik tidak hanya menjadi kebanggaan sejarah, tetapi juga menjadi energi pembangunan masa depan.
Dalam sesi talkshow, para narasumber menitipkan sejumlah pesan strategis kepada Pemerintah Kabupaten( Pemkab) Gresik melalui Ketua DPRD Gresik M Syahrul Munir yang hadir, untuk selanjutnya diteruskan kepada Bupati Gresik.
” Pesan tersebut menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, tokoh masyarakat, diaspora Gresik, akademisi, ulama, dan dunia usaha dalam memperkuat pendidikan, kebudayaan, ekonomi masyarakat, serta pembangunan Gresik yang berkelanjutan,”ujar M Syahrul Munir, Senin (04/05/2026)
Ditambahkan, banyaknya latar belakang yang dimiliki warga Gresik di Jabodetabek ini mudah mudahan semakin menguatkan dan kompak satu sama lain. Karena pihaknya meyakin ibahwa kehadiran warga Gresik se Jabodetabek di acara tersebut bentik rasa cinta sangat mendalam kepada kabupaten Gresik.
Syahrul juga menjelaskan ditengah efisiensi ini yang pada akhirnya pemerintahan daerah harus mengurangi beberapa kegiatan.
“Mudah-mudahan dengan modal kekompakan kita semua, kami harap apa yang tidak bisa kita kerjakan di Gresik bisa teratasi melalui sharing, kepedulian dan kontribusi warga Gresik yang berkiprah di Jabodetabek ini,”harapnya.
Pihaknya juga berharap tradisi dan budaya Kabupaten Gresik tetap dijaga serta mempromosikannya di wilayah sekitar Jabodetabek.
“Beberapa waktu yang lalu Kabupaten Gresik mendapat penghargaan kebudayaan seperti Pencak Macan sebagai salah satu warisan budaya tak benda. Selain itu ada makanan khas nya Gresik seperti nasi krawu, pudak dan masih banyak lainnya,”urai dia
Momentum acara ini juga ditandai dengan terpilih dan dikukuhkannya Pengurus Paguyuban Warga Gresik di Jabodetabek periode 2025–2028 dengan nahkoda baru Masbukhin Pradhana, S.T. Sebagai pengusaha dan tokoh diaspora Gresik, Masbukhin diharapkan mampu memperkuat paguyuban sebagai rumah besar warga Gresik di Jabodetabek sekaligus jembatan kolaborasi bagi masyarakat, ulama, akademisi, pelaku usaha, mahasiswa, dan pemerintah daerah.
Masbukhin Pradhana menyampaikan bahwa paguyuban ke depan akan diarahkan tidak hanya sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga sebagai ruang kontribusi nyata bagi pendidikan, budaya, ekonomi, sosial, dan pembangunan daerah. Ia juga berharap Festival Budaya Gresik dan Halal Bihalal Diaspora Gresik di Jabodetabek dapat kembali menjadi agenda rutin tahunan, mengingat kegiatan serupa terakhir kali dilaksanakan sebelum pandemi Covid-19, yakni pada tahun 2018.
“Semangat kita adalah nyawiji, bersatu. Diaspora Gresik di Jabodetabek memiliki potensi besar untuk ikut membangun Gresik yang lebih baik, lebih maju, dan lebih bermartabat. Semoga kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin tahunan sebagai ruang silaturahmi dan kontribusi warga Gresik di perantauan,” ujar Masbukhin.
Festival Budaya Gresik dan Halal Bihalal Diaspora Gresik Jabodetabek ini menjadi momentum penting untuk memperkuat persaudaraan, merawat tradisi, dan menegaskan peran perantau Gresik sebagai kekuatan sosial, budaya, intelektual, dan ekonomi dalam menyongsong masa depan Gresik yang berdaya dan berkemajuan.

