GRESIK, Berita Utama –Beberapa nama telah dipetakan oleh DPW PKB Jawa Timur sebagai Calon Sementara yang Ditetapkan di Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Gresik, Sabtu (28/03/2026)
Calon sementara hasil penjaringan DPW PKB Jatim yakni Muh Abdul Qodir, Muh Syahrul Munir, Imron Rosyadi dan Bustami Hazim
Selain itu, ada Bakal Calon dari penyampaian usulan tambahan oleh DPAC PKB yakni Ufiq Zuroida dan Abdullah Hamdi.
Dalam Muscab dihadiri oleh Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB bidang Penguatan Organisasi, Legislatif dan Eksekutif Abdul Halim Iskandar, Ketua Fraksi PKB DPR RI yang juga Wakil Ketua Umum (Waketum) PKB Jazilul Fawaid, dan juga sejumlah tokoh PKB.
Gus Jazil-sapaan Jazilul Fawaid menjelaskan , selain agenda untuk membahas calon ketua DPC PKB Gresik yang diusulkan, dalam Muscab juga dibahas poin-poin penting lain terkait PKB.
“Muscab ini bukan hanya soal pemimpin, tetapi soal bagaimana meramu program yang nanti untuk siap memenangkan kontestasi pada jangka menengahnya,” kata dia
Artinya, agenda muscab juga mengenai kesuksesan PKB secara umum untuk memenangi kontestasi dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Sementara untuk jangka pendek, terkait apa yang sudah dan akan dilakukan oleh legislator dari PKB untuk masyarakat, yang akan dipantau oleh jajaran DPP dan DPW.
Sedangkan Gus Halim-sapaan Abdul Halim Iskandar, kepada awak media di sela acara Muscab mengatakan proses Muscab ini sebuah keniscayaan bagi PKB.
“Bagian dari upaya regenerasi, upaya perbaikan kinerja struktur partai, upaya agar soliditas di partai semakin kuat,” kata dia.
Saat ini, sambung dia, soliditas PKB tinggi, sehingga seluruh kekuatan PKB bergerak bersama-sama untuk memperjuangkan apa yang menjadi harapan warga masyarakat Indonesia dalam berbagai aspek.
“Termasuk ekonomi, politik, budaya, pendidikan, kesehatan, dan semua aspek yang menjadi kebutuhan utama bagi warga masyarakat semua,” ucapnya.
Terkait mekanisme muscab, Gus Halim menjelaskan, hanya bersifat menghasilkan calon, bukan menghasilkan sosok kepemimpinan yang secara langsung dipilih dalam forum.
“ Tapi calon pemimpin yang kemudian akan mengikuti tahapan-tahapan yang bersifat akademik maupun penguatan-penguatan komitmen,” kata Gus Halim.
Kandidat yang muncul dari Muscab, diterangkan Gus Halim, selanjutnya bakal mengikuti sebuah proses assesment yang dilaksanakan oleh Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang (UM), yang telah bersepakat menjalin kerja sama dengan PKB.
“Di mana UM, Fakultas Psikologinya dalam konteks assesment itu masuk pada peringkat dua nasional. Itulah makanya, kita gandeng untuk memberikan assesment kepada para calon pemimpin PKB,” jelas Gus Halim.
Selain itu, nantinya calon yang muncul juga bakal mengikuti wawancara yang mendalam oleh tim dari DPP PKB. Hal ini bertujuan mengukur komitmen dan tanggung jawab para calon, terkait kepemimpinan yang dimiliki. Sehingga DPC PKB Gresik dan juga di kabupaten/kota se-Indonesia, akan memiliki daya dan pola kepemimpinan yang sesuai, bukan satu model kepemimpinan.
“Tidak ada satu model kepemimpinan yang terbaik, gak ada, karena kepemimpinan yang terbaik adalah yang sesuai dengan kondisi masyarakat. Ketika masyarakatnya sudah levelnya sudah kayak Gresik, ya tentu kepemimpinannya yang demokratis, yang dialogis, yang mampu membina masyarakat itu yang dibutuhkan,” pungkas dia.
Gus Halim : Kepemimpinan PKB Gresik harus Demokratis, yang dialogis Mampu Membina Masyarakat

