Site icon Beritautama.co

Geger Penemuan Mayat Usai Dimintai Keterangan Untuk Gali Informasi Perampokan dan Pembunuhan

TKP. Polisi melakukan olah TKP penemuan mayat Sobikhul Alim (20) warga Desa Imaan Kecamatan Dukun yang sebelumnya dimintai keterangan oleh penyidik Polres Gresik untuk mengungkap kasus perampokan dan pembunuhan

GRESIK, Berita Utama-  Kasus perampokan disertai pembunuhan sadis di Desa Imaan Kecamatan Dukun pada 16 Maret lalu belum tuntas, masyarakat tambah geger dengan kasus penemuan mayat di dekat gubuk persawahan yang ditanami jagung di Desa Wotan Kecamatan Panceng, Selasa (26/03/2024).

Apalagi  korban bernama Sobikhul Alim (20)  warga Desa Imaan Kecamatan Dukun tersebut, baru dimintai keterangan oleh penyidik Polres Gresik pada Senin malam  (25/03/2024) dalam pengembangan atas kasus perampokan sadis yang merenggut nyawa Wardatun Toyibah di  Desa Imaan Kecamatan Dukun pada 16 Maret lalu. Meski demikian, pihak kepolisian masih menunggu hasil otopsi terhadap jasad korban.

“Dalam penyidikan, kami tidak mendapatkan informasi yang mendukung. Karena korban tidak mengetahui fakta atau pertanyaan yang kami sampaikan,” beber Kanit Resmob Satreskrim Polres Gresik Ipda Andika Komang Prabu kepada awak media.

Pertanyaan yang dimaksud berkaitan dengan sosok terduga pelaku. Yang disinyalir terlibat kasus perampokan hingga membuat pihak korban merugi Rp 150 juta. Sayangnya, Sobikhul mengaku jarang lagi bertemu dengan sosok yang dimaksud oleh tim penyidik.

“Sehingga status korban hanya sebagai saksi untuk melengkapi keterangan saja, bukan termasuk saksi kunci dalam berkas acara pemeriksaan (BAP),” terangnya.

Andika mangaku terus berupaya melakukan pendalaman kasus perampokan disertai pembunuhan. Pihaknya telah memeriksa puluhan saksi untuk membantu mengungkap peristiwa tersebut. “Karena minimnya bukti, maka banyak pihak yang kami mintai keterangan. Namun, untuk saksi kunci hanya sekitar 10 orang,” imbuh dia.

 Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) jasad korban Sobikhul. Tidak ditemukan adanya tanda-tanda luka yang mencurigakan pada jasad korban. Namun penyidik mencurigai kondisi mulut korban yang berwarna biru pucat.

“Dugaan awal kemungkinan kehabisan oksigen atau overdosis. Namun, kami masih menunggu hasil otopsi pada jasad korban untuk memastikan penyebab kematiannya,” beber dia.

Tim Inavis Polres Gresik telah menyelesaikan proses otopsi pada jasad korban. Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jasad luarnya.

“Saat ditemukan, korban dalam keadaan terlentang. Menggunakan sarung dan kaos,” beber Kanit PPA Satreskrim Polres Gresik Ipda Hepi Muslih Riza kepada awak media.

Meski demikian, pihaknya telah mengambil sample pada jasad korban untuk diuji pada laboratorium forensik Polda Jatim. Yakni pada sampel darah, kuku, dan lambung. Kuat dugaan, kematian korban karena faktor organ dalam yang tidak berfungsi dengan baik. “Besar dugaan karena Asfiksia. Atau masalah sistem pernapasan yang diakibatkan oleh rendahnya kadar oksigen di dalam tubuh,” terang Hepi.

Hasil uji labfor diperkiran selesai pada Rabu (27/03/2024). Pihaknya juga tengah berfokus menggali keterangan dari para saksi dan barang bukti yang telah dikumpulkan.

“Mohon waktu untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya.

Exit mobile version