GRESIK, Berita Utama – Emak-emak yang tergabung dalam Komunitas Wanita Peduli Lingkungan (Wadulink) Kecamatan Wringinanom antusias aksi bersih-bersih bantaran sungai Brantas yang berlokasi di Desa Sumengko, Kecamatan Wringinanom, Minggu (15/01/2023).
Kegiatan rutin setiap dua pekan tersebut, dilakukan oleh PKK Desa, Fatayat NU, Muslimat, Karang Taruna, dan IPPNU. Selain itu, mereka melakukan pengecekan kualitas air termasuk memanfaatkan lahan kosong untuk ditanami tanaman.
“Ini dilakukan rutin. Mulai dari bersih-bersih rumput liar, terus tanam tanaman toga dan kelor pada lahan yang kelihatan masing kosong,” kata Koordinator Wadulink, Nur Hamidah kepada beritautama.co, Minggu (15/01/2023).
Dijelaskan, komunitas tersebut berdiri sejak tahun 2016 atas inisiasi dari Yayasan Ecoton dengan tujuan sebagai kelompok masyarakat pengawasan untuk perlindungan sungai Brantas.
“Kualitas air sekarang ini sudah mendingan daripada beberapa tahun lalu. Dulu masih banyak sampah plastik dan popok nyangkut di bantaran sungai, warnanya juga keruh,” imbuh dia.
Menurutnya, pemanfaatan lahan kosong untuk ditanami tanaman obat-obatan, kelor, mangga, dan lain sebagainya, memberikan banyak manfaat bagi warga setempat. Selain untuk kebutuhan pribadi, hasilnya juga diolah sebagai produk yang layak jual.
“Salah satunya produk unggulan desa, yakni krupuk kelor. Satu kilo bisa dijual Rp. 45 ribu,” tandasnya.
Kegiatan aksi bersih aliran sungai Brantas tersebut juga dijadikan sebagai ajang pertemuan seluruh RT. Termasuk halnya, bisa menarik perhatian bagi para pemuda dan pemudi desa setempat untuk peduli akan kelestarian serta kebersihan lingkungan.

