GRESIK, Berita Utama– Rombongan Komisi IV DPRD Gresik bersama Wakil Ketua DPRD Gresik, H Mujid Ridwan melakukan sidak untuk mengetahui progres proyek pembangunan Puskesmas Kepatihan di Kecamatan Menganti, Senin (24/08/2026).
Ada beberapa yang disoroti dan menjadi atensi dari rombongan legislator ketika sidak. Salah satunya terkait pembesian tulangan. Sehingga, pelaksana proyek diminta dilakukan pembenahan.
“Banyak besi begel yang tidak diikat dengan kawat bendrat untuk pembesian baik kolom, sloof maupun balok. Makanya, kita suruh untuk semua besi diikat,”ujar Wakil Ketua DPRD Gresik, Mujid Riduan yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil – Menganti- Kedamean) ini.
Pengikatan kawat bendrat pada begel atau Sekang berfungsi menjaga posisi, jarak, dan kestabilan rangka tulangan utama agar tidak bergeser atau berubah bentuk saat pekerja bergerak dan adukan beton dituangkan.
Jika pengikatan longgar apalagi tidak diikat, maka posisi besi miring atau turun saat terkena tekanan adukan semen.
Berkurangnya ketepatan letak besi bisa menurunkan kapasitas struktur bangunan. Selain itu, selimut beton tipis:karena besi bisa menepi keluar dan bersentuhan langsung dengan udara luar, memicu karat.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Gresik Muchammad Zaifuddin kepada awak media sesuai sidak mengatakan bahwa progres pembangunan saat ini mencapai 12 persen. Saat ini, kontraktor mulai memasang pondasi-pondasi hingga kerangka untuk tiang.
“Batas pekerjaan sampai 7 Desember 2026. Kami menginggatkan ke rekanan agar selesai tepat waktu. Apalagi nanti ada musim penghujan,” ujar dia.
Berdasarkan data di LPSE Kabupaten Gresik, pemenang tender proyek pembangunan Puskesmas Kepatihan Tahap I yakni CV Bumi Zhafirah dengan alamat kantor di Perumahan Gresik Residence Blok FX No. 10 Sekarkurung Kecamatan Kebomas.
Pagu di Dinas Kesehatan (Dinkes) sebesar Rp 6 miliar dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp 5,9 miliar, akhirnya CV Bumi Zhafirah ditetapkan sebagai pemenang dengan penawaran sebesar Rp 4,9 miliar. Sebab, peserta lelang lainnya tak memenuhi syarat meskipun nilai penawarannya lebih rendah.
Zaifuddin mengakatan bahwa untuk membangun Puskesmas Kepatihan tersebut dialokasikan Rp 10 miliar. Dengan pekerjaan multiyears.
“Tahun ini fisiknya, tahun depan isinya,” tandas dia.
Selama ada proyek pembangunan, pelayanan Puskesmas Kepatihan dipindah ke Desa Gempolkurung.
Puskesmas Kepatihan menjadi prioritas pembangunan karena gedung layanan kesehatan tersebut, kerap kebanjiran saat musim hujan datang.
Selama ini halaman puskesmas di Jalan Raya Kepatihan itu kerap tergenang air. Karena posisinya lebih rendah dari jalan raya. Sehingga, membuat pelayanan terganggu saat musim hujan.
DPRD Gresik Sidak Proyek Puskesmas Kepatihan, Ini yang Disoroti

Rombongan Komisi IV DPRD Gresik bersama Wakil Ketua DPRD Gresik, H Mujid Ridwan saat melakukan sidak proyek pembangunan Puskesmas Kepatihan
