GRESIK, Berita Utama– Gelombang tinggi dan angin kencang di Laut Jawa, berimbas pada 8 pelajar dari Pulau Bawean yang telah tuntas melaksanakan tugas sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Gresik dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026.
Sebab, mereka masih tertahan di Gresik kota dan belum bisa berlayar ke Pulau Bawean untuk berkumpul dengan keluarganya sekaligus kembali ke bangku sekolah untuk mengikuti pelajaran.
Untuk itu, Anggota DPRD Gresik dari Pulau Bawean, Bustami Hazim langsung turun tangan mendampingi mereka dan mencarikan solusinya dengan berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Termasuk, mengantarkan silaturahmi sekaligus audiensi langsung dengan Ketua DPRD Gresik M Syahrul Munir terkait permasalahan dunia pendidikan dan anak muda di Pulau Bawean.
“Mereka curhat soal pendidikan hingga permasalahan anak muda di Pulau Bawean,”ujar Bustami Hazim sesuai mendampingi audiensi dengan Ketua DPRD Gresik, M Syahrul Munir, Rabu (26/08/2026).
Dari penjelasan siswa, sambung Bustami Hazim, mereka datang ke kota Gresik pada H-15 sebelum pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Gresik.
“Mereka di karantina bersama rekan-rekannya yang lain se-Kabupaten Gresik di salah satu hotel. Semua difasilitasi oleh Kesbangpol Pemkab Gresik,”papar dia.
Lalu, lanjut Bustami Hazim, H+2 setelah selesai melaksanakan tugas, anggota Paskibraka Kabupaten Gresik sudah pulang ke rumah masing-masing.
Sedangkan 8 pelajar dari Pulau Bawean masih menunggu jadwal kapal untuk berlayar ke Pulau Bawean. Dan akomodasi ditanggung oleh Kesbangpol Gresik.
“Tapi, kapal cepat ke Pulau Bawean tidak bisa berlayar karena buruk. Saya tanya bagaimana seandainya berlayar dengan kapal Gily Iyang yang berangkat dari Pelabuhan Paciran, Lamongan. Mereka setuju asalkan bisa secepatnya pulang ke rumah. Saya juga komunikasikan dengan Kesbangpol Pemkab Gresik yang juga sepakat. Tapi, kapal Giliran Iyang juga belum bisa berlayar dan kabarnya masih tertahan di Pelabuhan Bawean karena cuaca buruk,’imbuh dia.
Karena keadaan darurat yang diluar prediksi dari Kesbangpol Gresik, maka bekal yang disimpan 8 pelajar untuk hidup di Gresik semakin menipis.
Mendengar curhat dari 8 pelajar tersebut, Ketua DPRD Gresik, M Syahrul Munir juga tidak sampai hati. Maka, mereka juga diberikan bantuan untuk tetap bertahan hidup di Gresik.
“Kalau biaya untuk menginap, masih ditanggung oleh Kesbangpol Gresik. Untuk makan sehari-hari, kami fasilitasi,”ujar Syahrul.
Kepada 8 pelajar asal Pulau Bawean tersebut, Syahrul mengaku turut bangga karena prestasinya sehingga terpilih menjadi anggota Paskibraka. Pihaknya memberikan wejangan dan semangat kepada 8 siswa tersebut.
“Tingkatkan terus prestasi. Dan jaga diri dengan baik. Sebagai generasi muda penerus bangsa harus pandai memilih dan memilah di era yang serba digital ini. Informasi sangat masif di media sosial. Jangan mudah percaya, verifikasi informasi yang diterima untuk mendapatkan kebenaran. Jangan ditelan mentah-mentah,’harapnya.
Selain itu, Syahrul wanti-wanti untuk menjaga diri dari pergaulan yang tidak baik. Sebab, masa depan bangsa ditentukan oleh generasi muda yang memegang tongkat estafet keberlanjutan bangsa nantinya. (*)

