Site icon Beritautama.co

Cuaca Ekstrem, Bencana Banjir Badang Hingga Tanah Longsor Landa Pulau Bawean

LONGSOR. Kondisi longsor di Pulau Bawean akibat cuaca ektrem

GRESIK, Berita Utama – Cuaca ekstrem menambah penderitaan warga di Pulau Bawean. Selain persedian bahan pokok semakin menipis imbas lumpuhnya jalur transportasi pelayaran kapal ke Pulau Jawa, bencana banjir badang dan tanah longsor akibat hujan deras disertai angin kencang serta gelombang air laut pasang menerjang Kecamatan Sangkapura dan Kecamatan Tambak Pulau Bawean. Akibatnya, banyak fasilitas umum seperti jalan dan jembatan penghubung antar desa putus.

“Semoga Allah SWT memberikan inayah dan rahmad untuk Pulau Baweanku,”ucap Ketua Fraksi Gerindra DPRD Gresik, Lutfi Dhawam yang menerima gambar dan video kondisi di Pulau Bawean, Selasa (27/12/2022).

Sebab, banjir bandang terjadi di Desa Telukjatidawang di Kecamatan Tambak. Air bah menerjang permukiman warga sejak Senin malam hari (26/12/2022). Sebelumnya, jalan penghubung empat dusun di desa tersebut, lebih dulu putus.

Sedangkan banjir menerjang pemukiman. Juga warga di Dusun Dayabata, Desa Sawahmulya, kemudian mengalir ke Desa Kotakusuma dan Alun-alun Sangkapura. Tak hanya itu, derasnya air juga mengakibatkan longsor dan jembatan putus di Desa Gunungteguh Kecamatan Sangkapura sebanyak empat titik, yakni di Dusun Gunungtinggi, Balikbak Gunung, Pettongbulung dan dusun Berak Sabe.

Banjir bandang di Bawean juga terjadi di Desa Lebak. Air sempat menutup akses jalan poros desa (JPD) yang masuk salah satu dusun di desa setempat. Bahkan, di Dusun Sungai Raya, air setinggi kaki orang dewasa masuk ke pemukiman rumah warga. Beberapa warga yang berada di dataran rendah itu, menyelamatkan barang berharga imbas banjir bandang.

Potensi bencana susulan harus tetap diwaspadi karena berdasarkan prakiraan BMKG, cuaca ektrem masih terjadi di Pulau Bawean.

“Hujan lebat, angin kencang dan gelombang besar di atas 2 meter masih terjadi dari tanggal 23 Desember 2022 hingga- 01 Januari 2023,” ujar Camat Sangkapura, Samsul Arifin.

Dijelaskan, wilayah Kecamatan Sangkapura dan sekitarnya dilanda cuaca ekstrim sejak Senin malam (26/12/2022) Intensitas hujan tinggi disertai air laut pasang mengakibatkan banjir di beberapa tempat merendam permukiman warga.

“Ketinggian air rata-rata lebih kurang setinggi 50 cm sampai dengan 1 meter di pemukiman warga,” terang dia.

Dampak lain yang terjadi, diantaranya jalan cor satu-satunya akses menuju Dusun Gili Barat Desa Dekatagung terputus akibat gelombang laut, pemadaman listrik PLN dilakukan secara bergiliran karena pasokan bahan bakar terhenti, terjadi penumpukan penumpang bawean-gresik dan sebaliknya, terjadi penumpukan penumpang bawean-gresik dan sebaliknya.

“Ketersediaan sembako juga semakin menipis,” imbuh Samsul.

Selain itu, area persawahan di beberapa desa yang dilanda banjir yang baru ditanami bibit padi rusak total, warga yang rumahnya terkena banjir menderita kerugian perabotan rumah tangga banyak yang rusak. Banjir juga merendam Balai Desa Patarselamat dan Kotakusuma sekitar 50 cm.

“Forkopimcam, instansi terkait bersama warga memperbaiki sarpras yang rusak akibat bencana,” tutupnya.

Exit mobile version