Site icon Beritautama.co

Bupati Gresik Dorong Penguatan Pengasuhan dan Pendampingan Siswa di Sekolah Rakyat

Bupati saat membuka diskusi pembinaan dan penguatan kelembagaan bersama jajaran pengelola SRT 1 Gresik

GRESIK, Berita Utama– Fenomena siswa yang mengundurkan diri dari  Sekolah Rakyat (SR) di berbagai wilayah, harus dilakukan mitigasi.
Sehingga, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mendorong penguatan pola pengasuhan dan pendampingan peserta didik dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Gresik.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka diskusi pembinaan dan penguatan kelembagaan bersama jajaran pengelola SRT 1 Gresik di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Selasa (29/9/2026).
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan Sekolah Rakyat membutuhkan kolaborasi seluruh unsur yang terlibat. Tidak hanya sekolah, tetapi juga wali asuh, pengasuh asrama, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta keluarga peserta didik.
“ Kita diskusikan terkait manajemen, problem, dan persoalannya untuk kita carikan solusi segera agar bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Bupati Gresik.
Menurut dia, proses adaptasi peserta didik terhadap lingkungan sekolah dan kehidupan berasrama membutuhkan pendekatan yang tepat. Setiap peserta didik memiliki karakter dan kebutuhan pendampingan yang berbeda sehingga pola komunikasi dan pengasuhan perlu disesuaikan.
“Kita upayakan bisa kembali dengan berbagai pendekatan. Kita coba pendekatan segera dan tetap menentukan batas waktu,” imbuhnya.

Selain aspek pendidikan, Bupati Gresik menekankan pentingnya pembentukan karakter dan kedisiplinan melalui kebiasaan sehari-hari. Hal-hal sederhana, seperti kedisiplinan waktu makan, menjaga barang pribadi, hingga membangun kebiasaan hidup tertib, dinilai menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter peserta didik.

“Kedisiplinan yang bagus itu dimulai dari hal-hal sepele, seperti waktu makan, kerajinan dalam menjaga barangnya, dan kebiasaan sehari-hari. Pola asuh juga bisa disesuaikan, agar ada kedisiplinan yang baik,” ungkapnya

Bupati Yani juga meminta seluruh unsur pendamping memastikan lingkungan Sekolah Rakyat tetap aman dan nyaman serta mampu mendukung tumbuh kembang peserta didik.

Dalam diskusi tersebut, pengelola asrama turut menyampaikan sejumlah masukan, di antaranya terkait penguatan sumber daya pendamping, layanan kesehatan, serta sarana transportasi untuk mendukung kebutuhan peserta didik.

Bupati mendorong agar berbagai kebutuhan tersebut terus dikoordinasikan antarunsur terkait sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan Sekolah Rakyat.

Di sisi lain, Pemkab Gresik juga mendorong pemberdayaan keluarga peserta didik melalui program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Pendamping PKH dapat mengusulkan dan merekomendasikan keluarga peserta didik yang memenuhi kriteria untuk mendapatkan dukungan program tersebut.

“Teman-teman pendamping PKH bisa mengusulkan dan merekomendasikan penerima RTLH dari keluarga siswa yang memang layak mendapatkan. Ini membuktikan Sekolah Rakyat juga memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Usai diskusi, Bupati Gresik bersama jajaran melanjutkan kegiatan dengan meninjau sarana dan prasarana Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik.

Exit mobile version