GRESIK , Berita Utama- Ratusan ribu tanah di Gresik yang belum bersertipikat. Kendati demikian, melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sepanjang tahun 2023, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Gresik telah mencapai 15.500 sertipikat.
“Target awalnya sebanyak 2.984 di tahun 2023 ini . Tetapi di bulan Agustus ditambah menjadi 15.500 sertipikat,” ucap Kasubag TU Kantor BPN Gresik, Fanani kepada awak media, akhir pekan lalu.
Namun, mekanisme yang ditetapkan oleh Kementerian Agraria Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR BPN) berbeda saat ini dalam penerbitan sertipikat tanah. Yakni, petugas harus lebih dulu melakukan foto udara untuk tanah yang bersangkutan dalam pengukuran tanah. Praktis, menambah waktu yang lebih. Hanya saja, tahapan tersebut untuk penerbitan sertifikat elektronik (e-sertipikat) kedepan. Awali e-sertipikat dari aset pemerintah.
“Untuk e-sertifikat baru kami mulai dari tanah BPN dulu. Ada dua bidang,” imbuhnya.
BPN Gresik, sambung Fanani, fokus empat kecamatan dalam penerbitan sertipikat tanah tahun 2023 ini. Yakni Kecamatan Wringinanom, Kedamean, Kebomas, dan Kecamatan Gresik. Totalnya ada 16.400 hektar di empat kecamatan tersebut.
“Dengan foto udara ini sebagai persyaratan menjadi kabupaten lengkap. Sehingga kami benar-benar yakin lokasinya lebih akurat,” jelasnya.
Sejauh ini , kata Fanani, sudah ada 601.957 sertifikat dari total bidang sebanyak 950 ribu bidang yang telah diterbitkan BPN Gresik.
“Ini yang kami kejar. Masih ada sekitar 350 bidang yang belum bersertifikat,” tuturnya..
Untuk mensukseskan penerbitan sertifikat tersebut, BPN Gresik telah melakukan pemotretan udara. Sejauh ini dari target 78.595 hektar lahan, 100 persen sudah dilakukan pemotretan udara.
“Tahapan proses pemotretan sudah,”. pungkasnya.

