GRESIK- beritautama.co- Apresiasi diberikan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) Cabang Gresik kepada fasilitas kesehatan (faskes) yang sudah memberikan pelayanan prima kepada peserta jaminan kesehatan nasional (JKN) dengan mengumumkan 10 Fasilitas Kesehatan Berkomitmen Tahun 2022 untuk wilayah Gresik dan Lamongan.
Ada 4 kategori Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Berkomitmen Tahun 2022 yakni Puskesmas Dradah untuk kategori puskesmas, Klinik Nayaka Husada 15 untuk kategori Klinik, dr Peni Kartikasari untuk kategori dokter praktik perorangan dan drg. Roro Suaidah untuk Kategori Dokter Gigi.
Sedangkan 6 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).untuk ntuk Tipe B yakni RSUD Ibnu Sina Gresik dan RS Muhammadiyah Lamongan, Tipe C yakni RSU Eka Husada Gresik dan RS Fathma Medika Gresik, kemudian Tipe D yakni RS Wates Husada Gresik dan RS PKU Muhammadiyah Sekapuk.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gresik, Tutus Novita Dewi mengatakan, penilaian terdiri dari beberapa aspek. Seperti telah menjadi mitra BPJS Kesehatan minimal 1 tahun, nilai rekredensialing terakhir lebih dari 75, rata-rata rasio rujukan FKTP Semester I 2022 kurang dari 15%, Kinerja Berbasis Komitmen rata-rata Semester I 2022 dengan capaian nilai 3-4.
Selain itu, pemanfaatan antrean online yang terkoneksi dengan Mobile JKN Faskes, waktu respon dokter FKTP pada kontak tidak langsung melalui Mobile JKN Faskes, kontak tidak langsung (kontak sakit dan kontak sehat) serta capaian skrining kesehatan juga mendasari penilaian.
“Sedangkan untuk FKRTL harus memenuhi aspek penilaian seperti sekurang-kurangnya 1 tahun telah bekerja sama, hasil nilai rekredensialing RS untuk kelanjutan kerja sama tahun 2022 minimal memperoleh skor 75, komitmen terhadap kualitas pelayanan dalam pelaksanaan kerja sama, Profiling Rumah Sakit, Kualitas pengajuan klaim RS sampai dengan beban Juli 2022, serta ada catatan kritis atau tidak,” jelas Tutus dalam siaran persnya, Rabu (21/09/2022).
Kegiatan penilaian Faskes Berkomitmen ini, sambung dia, merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun untuk meningkatkan efektivitas kerja sama pengelolaan faskes. Selain itu, 10 faskes terpilih akan dilanjutkan ke tingkat kedeputian wilayah hingga tingkat nasional.
“Ajang rutin ini juga melibatkan pihak eksternal dalam penilaiannya, yakni Dinas Kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia, Asosiasi Klinik Indonesia, Perhimpunan Klinik dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Indonesia, dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia Wilayah Gresik,”imbuh dia.
Tujuannya, memberikan apresiasi kepada faskes yang sudah memberikan pelayanan prima kepada peserta JKN. Di samping penilaian terhadap mutu pelayanan kesehatan kepada peserta JKN juga dinilai komitmen faskes untuk mengikuti hal-hal yang tertuang dalam perjanjian kerjasama antara BPJS Kesehatan dengan faskes.
“ Semoga kegiatan ini bermanfaat dan bisa menjadi motivasi agar semakin baik dalam memberikan pelayanan kesehatan,” pungkas dia.

